| Ide Penelitian: Pernikahan Selebritis di Indonesia Dewasa Ini |
|
Latar Belakang
Cinta itu: (coba ingat-ingat kalau lihat film/sinetron) 1. Dua orang terlibat cinta bercita-cita kawin. 2. Sudut pandang 2 orang, lainnya figuran. 3. Antagonis = saingan cinta. 4. Banyak terjadi perceraian (acara gosip-gosip yang ada di TV), termasuk yang masih hangat AA GYM (entah kyai/selebriti) Rumusan 1. Sejauh mana pengaruh tayangan bertema cinta terhadap remaja? 2. Cinta seleb ditinjau dari Compete Love, Self – giving love, Frienship – Love, Infatuation Love. 3. Dasar-dasar seleb mencari pasangan
Kajian Teori Melalui beberapa dimensi dari beberapa macam kategori cinta yang dikemukakan oleh C.S Lewis penulis menggolongkan ke dalam 4 tipe dari hubungan cinta itu sendiri.
ASUMSI
Cinta seleb = 3 > 2 > 1
Ket: 1. komitmen (agape) 2. keintiman (philia) 3. nafsu (eros)
Compete Love Mencakup secara merata dari ke3 kategori cinta yakni komitmen (agape), keintiman (philia) dan nafsu (eros). Di dalam masyarakat Barat sepertinya nafsu adalah suatu yang dominan dalam memulai masa berkenalan, dimana diikuti oleh keintiman dan terakhir komitmen.
Self – giving love Komitmen adalah bagian yang paling dominan, di dalam beberapa masyarakat, hal ini dibenarkan. Komitmen memang sangat dibutuhkan dalam suatu pernikahan tetapi jika porsinya lebih banyak akan mengakibatkan ketimpangan dalam hubungan tersebut. Lebih jauh lagi komitmen terhadap pasangan dapat berkurang dibanding komitmen kepada keluarga besar dan komunitas yang dalam beberapa kasih menyalahkan perceraian.
Frienship – Love Keintiman adalah bagian yang dominan. Banyak orang menggambarkan hubungan antar suami istri yang mereka lakukan seperti hubungan pertemanan dan masalah akan timbul ketika perasaan pertemanan itu menjadi begitu sulit merasakan hubungan yang begitu bergairah dengan pasangan mereka. Dalam hal ini akan menimbulkan ketidakpuasan dalam pernikahan.
Infatuation Love Nafsu menjadi bagian yang paling dominan dalam tipe ini. Ketika suatu hubungan hanya didasari oleh nafsu, tanpa adanya komitmen yang menopang hubungan tersebut dan keintiman, sering kali tidak dapat mengantarkan hubungan itu melewati sebuah perjalanan waktu.
Ada beberapa teori tentang pemilihan pasangan, tetapi ada satu teori yang bagi saya paling menarik yaitu Dyatic-formation theory yang disusun oleh Robert Lewis, dimana teori ini menyusun sebuah hubungan dari tahap berpacaran yang berkembang melalui 6 tahap ke arah yang lebih serius: a. Persepsi kesamaan masing-masing latar belakang, nilai-nilai, kepentingan, keinginan, dan kepribadian. b. Pengakuran laporan sebagai sebuah petunjuk melalui komunikasi yang tenang, evaluasi yang positif satu dengan yang lain, kepuasan hubungan tersebut, kesungguhan diri. c. Keterbukaan melalui saling membuka diri antara satu dengan yang lain. d. Suatu antisipasi dari setiap peran yang dimainkan oleh pasangan yang mungkin terjadi dalam pernikahan. e. Penyesuaian diri dari peran-peran tersebut untuk mencocokkan kebutuhan pasangan. f. Pengukuhan hubungan antar 2 orang sebagai suatu bukti yang lebih baik melibatkan satu dengan yang lain, menegakkan batasan di sekeliling hubungan itu, komitmen dan identitas sebagai pasangan.
|
Tahukan Anda...
|
Primbon Jawa atau Horoskop Jawa merupakan filosofi kuno yang didasarkan pada 35 garis edar bintang, dan menjadi dasar penghitungan hari, bulan dan tahun. Termasuk dalam kategori Primbon Jawa: Pranata, Pakuwon Weton, Pasaran, dan Wuku Palintangan. |
