Creative Commons License
This work is under licensed





Lost Password?
No account yet? Register
Kamus Jawa

 

 

Pengen juga menambahkan kamus kecil bahasa Jawa dalam website ini, semoga bisa menambah manfaat buat yang memerlukan.

 

 

GLOSARI

A

 

 

Amben

:

Dipan yang dibuat dari bambu atau kayu, fungsinya untuk tidur/istirahat atau diletakkan di dapur untuk menyiapkan bahan yang akan dimasak

Amplokan

:

Sistem menghubungkan dinding dari kayu pada rumah Jawa yang menggunakan teknik lepas

Alon-alon Waton Kelakon

:

Peribahasa Jawa yang berarti pelan-pelan asal terlaksana

B

 

 

Bale

:

Bangunan yang relatif luas, terbuka dan terletak di bagian depan dari keseluruhan bangunan rumah Jawa

Baurekso

:

Makhluk yang menjaga dan berkuasa di suatu tempat

Blarak

:

Daun kelapa

Brunjung

:

Bagian atap rumah Joglo yang berbentuk seperti piramida terbalik

 

 

 

D

 

 

Dalem

:

Ruang terbuka memanjang di depan deretan senthong

Dipan Kanthil

:

Tempat tidur yang terbuat dari kayu dengan empat tiang untuk kelambu dilengkapi dengan kasur, bantal dan guling

 

 

 

E

 

 

Eling

:

Ingat; Ajaran kepada anak-anak sejak kecil untuk prihatin menghadapi kesengsaraan hidup, dalam kecenderungan orang Jawa

Empyak

:

Sistem memasang atap pada rumah Jawa yang menggunakan bahan-bahan seperti bambu dan tali ijuk untuk mnghubungkan bagian-bagiannya

Emperan

:

Teras rumah

Expect Opinion

:

Pendapat atau masukan-masukan yang bersifat netral dari rekan sejawat atau seorang ahli terkait dengan fokus penelitian (Moleong, L. J., 2006:332)

F

 

 

Folklor

:

Sebagian kebudayaan suatu kolektif, yang tersebar dan diwariskan secara turun temurun, di antara kolektif macam apa saja, secara tradisional dalam versi yang berbeda, baik dalam bentuk lisan maupun contoh yang disertai dengan gerak isyarat atau alat pembantu pengingat (Danandjaja, J., 1984:2)

 

 

 

G

 

 

Gadri

:

Tempat untuk duduk dan berkumpul/mengobrol

Gandhok

:

Bagian rumah di samping kiri atau kanan untuk ruang tambahan bilamana ada tamu atau keluarga lain yang datang, bisa juga untuk memasak

Gebyog

:

Dinding rumah yang terbuat dari bilah-bilah atau papan kayu

Gedhek

:

Anyaman bambu yang digunakan sebagai dinding rumah atau dapur

Genthong

:

Tempat besar dibuat dari tanah liat yang dicetak lalu dibakar, bisa untuk tempat air atau bahan makanan seperti beras

Gerabah

:

Alat-alat dapur yang terbuat dari tanah liat dan melalui proses pembakaran

Gledheg

:

Semacam kotak besar tempat gabah (padi); lemari kecil agak pendek untuk tempat makanan

Griya

:

Rumah

 

 

 

H

 

 

Huller

:

Kendaraan tanpa nomor mesin (sejenis ledhok) untuk menggiling padi

 

 

 

I

 

 

Ineb Siji

:

Model pintu rumah dengan jumlah daun pintu tunggal (satu)

 

 

 

J

 

 

Jagad Cilik

:

Jagad kecil

Jagad Gedhe

:

Jagad besar

Jogan

:

Bagian rumah yang terletak di antara ruang tamu dan pintu masuk, berupa lantai rumah yang ditutup dengan sistem plester

Joglo

:

Nama bangunan rumah Jawa dengan soko guru yang umumnya berjumlah empat, dengan brunjung dan tumpang

Jumbleng

:

WC

 

 

 

K

 

 

Kampung

:

Nama bangunan rumah Jawa dengan atap dua bidang datar yang dipasang miring dua arah

Kiblat Papat Lima Pancer

:

Empat arah pedoman hidup yang menjadi pusat dan satu kesatuan dengan diri orang Jawa

Kuali

:

Salah satu jenis gerabah untuk memasak

Kupu Tarung

:

Model pintu pada rumah Jawa yang memiliki jumlah daun pintu rata-rata dua buah

Kuwalat

:

Berakibat jelek/tidak baik

 

 

 

L

 

 

Lawang Krepyak

:

Model pintu ganda yaitu pintu kupu tarung di bagian luar dan pintu kaca di bagian dalam

Learning Theory

:

Konsep teori fungsional Malinowski yang menerangkan bahwa aktivitas kebudayaan itu bermaksud memuaskan sauatu rangkaian dari sejumlah kebutuhan naluri makhluk manusia yang berhubungan dengan seluruh kehidupannya (Koentjaraningrat, 1987:171)

Limasan

:

Nama bangunan rumah Jawa dengan atap yang bentuknya sama dengan bentuk limas

Lincak

:

Amben kecil untuk duduk-duduk, biasanya terbuat dari bambu atau kayu

Longkangan

:

Ruangan kosong; ruang antara

Lung-lungan

:

Hiasan dengan motif daun tanaman menjalar yang seragam dan berderet-deret

Luwengan

:

Lubang yang terdapat pada tungku yang merupakan tempat untuk meletakkan wadah makanan yang akan dipanasi

 

 

 

M

 

 

Manunggaling Kawula Gusti

:

Ajaran Jawa yang menekankan sikap mendekat pada Tuhan dengan menjaga keselarasan hubungan antar sesama manusia (Endraswara, S. 2006:46)

Memayu Hayuning Bawana

:

Ajaran Jawa yang menekankan watak dan perbuatan yang senantiasa mewujudkan dunia selamat, sejahtera dan bahagia

Mbok Sri Sedono

:

Tokoh simbolik pelindung padi yang dipuja dengan meditasi untuk mendekatkan diri pada Tuhan, dalam kehidupan petani Jawa

 

 

 

N

 

 

Nguri-uri

:

Memelihara

Nrima

:

Ajaran Jawa yang menekankan hidup untuk menerima dan ikhlas terhadap segala peristiwa yang terjadi

 

 

 

O

 

 

Omah

:

Rumah

Omah Jero

:

Pusat dari Rumah Jawa, terdiri dari tiga ruangan senthong

 

 

 

P

 

 

Padasan

:

Genthong pancuran untuk wudhu

Palungguhan

:

Tempat kedudukan

Panepen

:

Tempat untuk bersemadi, merenungkan diri, berdiam diri

Panggang Pe

:

Nama bangunan rumah Jawa dengan atap satu bidang datar yang dipasang miring satu arah

Pawon

:

Dapur

Pawonan

:

Untuk menyebut tungku sebagai kelengkapan dapur tradisional

Pawuan

:

Tempat membuang abu bekas memasak, tempat sampah

Pedaringan

:

Ruangan atau dapat juga berbentuk jambangan/genthong untuk menyimpan beras/bahan makanan

Pendhopo

:

Bangunan yang relatif luas, terbuka dan terletak di bagian depan dari keseluruhan bangunan rumah Jawa yang biasa dimiliki oleh kaum bangsawan

Peringgitan

:

Ruang penghubung antara pendhopo dan ruang dalam, biasanya untuk pertunjukan wayang

Petromak

:

Salah satu jenis lampu penerangan dengan bahan bakar minyak, biasanya digantung di tengah ruangan

Plester

:

Campuran dari batu kapur, pasir, semen merah dan semen dengan perbandingan tertentu sehingga menghasilkan bahan lantai seperti yang diinginkan

Pogo

:

Tempat menyimpan/menaruh alat-alat masak dari gerabah, biasanya dipasang di atas pawonan

Purposive Sampling

:

Teknik pengambilan sampel berdasarkan tujuan (Moleong, L. J., 2006:224)

 

 

 

R

 

 

Rana

:

Salah satu jenis pemisah ruang/sekat

Regol

:

Gapura besar untuk memasuki salah satu halaman keraton/rumah bangsawan

 

 

 

S

 

 

Sangkan Paraning Dumadi

:

Ajaran Jawa yang menjelaskan asal mula, perjalanan dan tujuan akhir manusia hidup

Senthong

:

Tempat di dalam rumah Jawa untuk tidur, dan sebagainya

Soko Guru

:

Empat tiang yang terdapat di tengah-tengah pendhopo/bale

 

 

 

T

 

 

Teplok

:

Lampu penerangan berbahan bakar minyak, biasanya ditempelkan di dinding

Ting

:

Lampu penerangan berbahan bakar minyak, biasanya dipasang di pintu masuk atau di pagar rumah

Tolak bala

:

Penangkal bahaya/penyakit

Tumpangsari

:

Bagian atas rumah Jawa yang berguna sebagai plafon, yang terbuat dari papan kayu yang disusun berjajar

 

 

 

U

 

 

Ublik

:

Lampu penerangan berbahan bakar minyak, biasanya diletakkan di atas meja di dalam rumah

Umpak

:

Landasan/kaki penyangga tiang utama dalam rumah Jawa

 

 

Tahukan Anda...

Raja Viking Harald Bluetooth menyatukan Norwegia dan Denmark; dia tersohor sebagai pembicara hebat; terampil untuk menyatukan orang untuk saling berbicara- tapi ia tidak pernah menduga bahwa ribuah tahun kemudian, suatu teknologi dahsyat akan menggunakan namanya!

 

© Copyright 2008 infoskripsi.com.
Some rights reserved. Design by: infoskripsi
RocketTheme Joomla Templates