Research Article. News-related issues around the research essay,
thesis, dissertation, research proposal or other. News about the
situation of the scientific research that has been carried out, the
view of the observer research, criticism and suggestions, and hope to
the future research in the world in general and in Indonesia in more
particular.
|
|
skripsi, Skripsi, SKRIPSI Sering kali saya menjumpai teman-teman saya mengeluhkan pengerjaan skripsi atau tugas akhir. Berbagai macam kasus yang mereka curhatkan pada saya... Mungkin, jika teman-teman menemukan hal yang sama, sebagaimana yang saya ilustrasikan berikut ini. “Wes ngene wae.. Rungokne aku! Saiki tulisan skripsimu..!, Lungguh...! Tulis...!Jo mikir po seng kok tulis..! Jo mikir piye kowe nulis.., soale ora bakal nggarake kowe ketok pinter, cuma mandakne awakmu loro kabeh...!” (Sekarang begini saja.. Dengarkan saya! Sekarang tulis saja skripsimu..! Duduk...! Tulis...! Jangan berpikir APA yang kamu tulis..! Jangan berpikir BAGAIMANA kamu menulis.. Karena itu tidak menjadikan Anda kelihatan seperti orang pintar, hanya menyebabkan kamu sakit semua...!”)
|
|
Read more...
|
|
|
Phonology (Bahasa Yunani φωνή = suara/bunyi dan λόγος = kata, ucapan, subyek pembahasan[ilmu]), adalah cabang dari ilmu linguistik yang mempelajari sistem bunyi dari suatu bahasa (atau bahasa-bahasa) tertentu. Apabila phonetik adalah tentang produksi fisik dan persepsi bunyi ucapan, phonologi menjelaskan cara bunyi-bunyi tersebut berfungsi dalam suatu bahasa tertentu atau lintas bahasa. Satu bagian penting dari phonologi adalah mempelajari bunyi-bunyi mana yang merupakan unit-unit yang berbeda (tersendiri) dalam suatu bahasa. Sebagai contoh, dalam Bahasa Inggris, /p/ dan /b/ adalah unit-unit bunyi yang tersendiri (yaitu, mereka adalah phonem / perbedaannya adalah phonemik, atau phonematik). Ini dapat dilihat dari pasangan minimal (minimal pairs) seperti “pin” dan “bin”, yang berarti dua hal yang berbeda, namun hanya berbeda dalam satu bunyi. Di sisi lain, /p/ seringkali dilafalkan secara berbeda tergantung posisinya relatif terhadap bunyi-bunyi lainnya, namun pelafalan yang berbeda ini oleh para penutur asli (native speaker) dianggap sebagai bunyi yang sama. Sebagai contoh, /p/ dalam “pin” diaspirasikan (melafalkan suatu huruf vokal atau kata dengan pelepasan nafas awal, atau mengikuti suatu konsonan, terutama konsonan stop, dengan hembusan nafas yang terdengar jelas sebelum bunyi berikutnya dimulai), sedangkan bunyi yang sama dalam “spin” tidak. Pada sebagian bahasa lainnya, semisal bahasa Thai dan Quechua, perbedaan aspirasi atau non-aspirasi yang sama ini memang membedakan phonem. |
|
Read more...
|
|
Beberapa psikolog pada waktu yang sama tidak menyukai uraian aliran psikodinamika dan behaviouristik tentang kepribadian. Mereka merasa bahwa teori-teori ini mengabaikan kualitas yang menjadikan manusia itu berbeda dari binatang, seperti misalnya mengupayakan dengan keras untuk menguasai diri dan merealisasi diri. Di tahun 1950-an, beberapa psikolog aliran ini mendirikan sekolah psikologi yang disebut dengan humanisme. Psikolog humanistik mencoba untuk melihat kehidupan manusia sebagaimana manusia melihat kehidupan mereka. Mereka cenderung untuk berpegang pada prespektif optimistik tentang sifat alamiah manusia. Mereka berfokus pada kemampuan manusia untuk berfikir secara sadar dan rasional untuk dalam mengendalikan hasrat biologisnya, serta dalam meraih potensi maksimal mereka. Dalam pandangan humanistik, manusia bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya serta mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk mengubah sikap dan perilaku mereka. Dua psikolog, Abraham Maslow dan Carl Rogers, sangat terkenal dengan teori humanistik mereka.
|
|
Read more...
|
|
Idealisme Ringkasan Doktrin idealisme menekankan bahwa “apa saja yang diketahui ada itu harus bisa di indera secara mental”. Karakter dari doktrin ini berseberangan dengan pemahaman umum yang memandang bahwa pada umumnya, objek fisik seperti meja atau matahari itu terbuat dari sesuatu hal yang sangat berbeda sama sekali dari apa yang kita sebut dengan “akal” atau “pikiran” kita. Kita memandang bahwa dunia luar itu merupakan sesuatu yang bebas dan terbuat dari benda fisik yang terbuat dari suatu hal tertentu. Dibandingkan dengan pandangan umum kita, idealisme akan sangat sulit untuk kita yakini. Dalam bab terakhir, Russel menyatakan bahwa cara bagaimana objek fisik itu ada sangat berbeda dengan dalil yang ada secara umum; meskipun sebenarnya dua hal ini benar-benar mempunyai korespondensi yang sama. Bukan hubungan maupun pemahaman umum ini yang mampu menjelaskan kemungkinan untuk secara langsung memahami sifat alamiah yang riil dari dunia luar. Penolakan pada idealisme yang didasarkan bahwa idealisme berseberangan dengan pemahaman umum akan terlihat tergesa-gesa. |
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 Next > End >>
|
| Results 28 - 36 of 40 |