| Pengertian Persepsi |
|
Manusia
sebagai makhluk sosial yang sekaligus juga makhluk individual, maka terdapat
perbedaan antara individu yang satu dengan yang lainnya (Wolberg, 1967). Adanya
perbedaan inilah yang antara lain menyebabkan mengapa seseorang menyenangi
suatu obyek, sedangkan orang lain tidak senang bahkan membenci obyek tersebut.
Hal ini sangat tergantung bagaimana individu menanggapi obyek tersebut dengan
persepsinya. Pada kenyataannya sebagian besar sikap, tingkah laku dan
penyesuaian ditentukan oleh persepsinya. Persepsi pada hakikatnya adalah merupakan proses penilaian seseorang terhadap obyek tertentu. Menurut Young (1956) persepsi merupakan aktivitas mengindera, mengintegrasikan dan memberikan penilaian pada obyek-obyek fisik maupun obyek sosial, dan penginderaan tersebut tergantung pada stimulus fisik dan stimulus sosial yang ada di lingkungannya. Sensasi-sensasi dari lingkungan akan diolah bersama-sama dengan hal-hal yang telah dipelajari sebelumnya baik hal itu berupa harapan-harapan,nilai-nilai, sikap, ingatan dan lain-lain. Branca (1965) mengemukakan: Perceptions are orientative reactions to stimuli. They have in past been determined by the past history and the present attitude of the perceiver. Sedangkan menurut Wagito (1981) menyatakan bahwa persepsi merupakan proses psikologis dan hasil dari penginderaan serta proses terakhir dari kesadaran, sehingga membentuk proses berpikir. Di dalam proses persepsi individu dituntut
untuk memberikan penilaian terhadap suatu obyek yang dapat bersifat
positif/negatif, senang atau tidak senang dan sebagainya. Dengan adanya
persepsi maka akan terbentuk sikap, yaitu suatu kecenderungan yang stabil untuk
berlaku atau bertindak secara tertentu di dalam situasi yang tertentu pula (Polak,
1976). Dalam hal ini Sementara itu Branca (1965) mengemukakan persepsi
sebagai berikut: Dengan demikian persepsi merupakan suatu
fungsi biologis (melalui organ-organ sensoris) yang memungkinkan individu
menerima dan mengolah informasi dari lingkungan dan mengadakan
perubahan-perubahan di lingkungannya. (Eytonck, 1972). Istilah persepsi adalah suatu proses aktivitas
seseorang dalam memberikan kesan, penilaian, pendapat, merasakan dan menginterpretasikan
sesuatu berdasarkan informasi yang ditampilkan dari sumber lain (yang
dipersepsi). Melalui persepsi kita dapat mengenali dunia sekitar kita, yaitu
seluruh dunia yang terdiri dari benda serta manusia dengan segala
kejadian-kejadiannya. (Meider, 1958). Dengan persepsi kita dapat berinteraksi
dengan dunia sekeliling kita, khususnya antar manusia. Dalam kehidupan sosial di
kelas tidak lepas dari interaksi antara mahasiswa dengan mahasiswa, antara
mahasiswa dengan dosen. Adanya interaksi antar komponen yang ada di dalam kelas
menjadikan masing-masing komponen (mahasiswa dan dosen) akan saling memberikan
tanggapan, penilaian dan persepsinya. Adanya persepsi ini adalah penting agar
dapat menumbuhkan komunikasi aktif, sehingga dapat meningkatkan kapasitas
belajar di kelas. |