| Pernikahan Sejenis VS Kelahiran |
|
Berikut sedikit sekelumit cerita yang saya inspirasi dari sebuah forum. Berawal dari sebuah judul threat yang mengajak kita untuk mengadakan penelitian kembali tentang sebuah kajian "Perkawinan Sejenis". Pada saat itu seorang Thread Starter (TS) mengajukan Kesetujuannya tentang legalitas kawin sejenis. Ternyata, banyak juga oran-orang yang sependapat dengan TS. Saya sendiri pada diskusi itu mewakili orang yang kontra terhadap legalitas dari hal tersebut. Dibahas juga pada thread tersebut tentang kebebasan. Buat teman-teman, mungkin bisa jadi hal ini juga menjadi inspirasi judul skripsi, tesis maupun disertasi untuk dijadikan penelitian lapangan. Mungkin saja kan. Berikut ilustrasi Kelahiran yang menjadi dasar dari perkawinan = Fitrah untuk berkembang biak.
Cucu : Tentang kelahiran Surya ada cerita Nek... cerita ini berasal dari temanku yang sudah lima belas tahun punya adik baru. Adiknya ini akhirnya harus lahir melalui operasi. Namun demikian sang ibu sangat senang karena ia ingin punya anak lagi sejak temanku berusia lima tahun. Seperti kebiasaan ibu-ibu pada umumnya bahwa sesudah operasi tidak diperkenankan langsung makan atau minum. Biasanya mereka diperbolehkan makan atau minum setlah bisa banyak kentut atau sendawa. Waktu itu ibunya temanku berada di Rumah sakit kelas tiga sehingga satu ruangan ditempati beberapa orang. Dalam waktu satu jam ada tiga ibu yang menjalani operasi. Beberapa jam setelah operasi dilakukan, dua dari tiga ibu sudah bisa kentut, Ayahnya temanku (suami dari ibunya temanku) kebetulan menunggui istrinya. Suami ini cemas karena ibu-ibu yang lain sudah banyak kentut tetapi istrinya belum. Ia kemudian bertanya kepada para penunggu pasien yang lain: “Mengapa istriku koq tidak kentut-kentut ya...?” Sambil menghibur satu diantara mereka berkata: “Belum tunggu saja Pak...!” Beberapa saat kemudian terdengar suara kentut. Ayahnya temanku itu penasaran siapa yang kentut, mau tanya istrinya tidak bis karena istrinya masih tergoleki lemas. Kemudian ia bertanya kepada dua orang yang masing-masing menjaga dua ibu yang operasi itu katanya, “Orang yang baru kentut tadi siapa ya?” Keduanya menjawab bahwa yang kentut bukan ibu-ibu yang mereka tunggui. Berarti itu jelas kentut istrinya sendiri. Salah seorang dari mereka berkata “Masa sama kentut istrinya lupa pak... pak...!” Terus dengan gurau itu bapak itu juga menjawab: “Soalnya kentut kali ini nadanya berbeda dari biasanya. Biasanya pendek dan keras, kali ini nadanya sangat halus dan panjang.” Bagaimana komentar Nenek? Nenek : Ayahnya temanmu kelihatannya polos sekali, tapi jangan dilaporkan ya... nanti aku bisa dipukuli. Zaman sekarang orang kesulitan melahirkan enak bisa operasi kalau zamannya nenek tidak ada. Apalagi di desa, yang ada hanya dukun bayi. Cucu : Apa yang Nenek pikirkan kalau ada peristiwa kelahiran di lingkungan di sekitar kita? Nenek : Hal yang aku pikirkan jelas yaitu di sana ada suka cita. Peristiwa kelahiran itu membawa kebijaksanaan bagi orang tuanya untuk berlatih sabar. Tentunya peristiwa kelahiran ini juga membawa harapan untuk keluarga di masa mendatang. Tetapi kadang nenek kasihan terhadap anak-anak yang lahir tidak dikehendaki orang tuanya karena berbagai macam alasan. Kadang dengan lahirnya seorang bayi akan membuat iri kakak-kakaknya tapi tentunya banyak yang senang kalau punya adik. Kadang pula peristiwa kelahiran yang terlalu sering dari seorang ibu membuat iri bagi pasangan yang sudah sekian lama menunggu kedatangan buah hati tetapi tak kunjung datang. Termasuk peristiwa penolakan bayi oleh orang tua membuat hati mereka tersayat karena untuk mendapatkan buah hati saja sangat sulit kok masih ada orang yang tega menolak kelahiran anaknya. Tapi kalau aku sendiri yang punya anak wah... pasti senangnya luar biasa. Cucu : Sayang Nek... sekarang Nenek sudah terlambat. Kira-kira bagaimana perasaan ibunya temanku itu Nek? Nenek : Pasti ibunya temanmu senang sekali karena punya momongan lagi setelah penantian panjang. Akan lebih bergembira lagi penantian panjang itu adalah anak pertama. Tentu kelahiran buah hati itu semestinya menjadi daya ikat tersendiri bagi pasangan suami istri bahwa mereka mempunyai tanggung jawab sebagai orang tua. Cucu : Biasanya aku sangat senang Nek melihat bayi-bayi mungil yang lahir. Mereka biasanya kelihatan lucu sekali. Nenek : Bukan hanya lucu... Kelahiran bayi-bayi mungil setidaknya menjadi tanda bahwa di tengah dunia yang penuh hiruk-pikuk, penuh politik dan banyak kemerosotan moral ini masih ada kesucian, kemurnian dan kepolosan. Saat itu juga semestinya teringat tentang darimana datangnya misteri kehidupan. Cucu : Maksudnya bagaimana Nek? Nenek : Maksudnya bahwa kita tidak tahu persis kapan manusia datang dan kapan manusia pergi. Manusia hanya bisa menjalani kehidupan setelah ia datang ke dunia dan ia tidak tahu kapan ia pergi dan ke tempat seperti apa ia akan pergi. Cucu : Kalau begitu apakah kita harus pasrah kepada Tuhan dalam menjalani hidup. Nenek : Menjadi sesuatu yang keliru kalau kita pasrah saja. Sikap pasrah itu artinya kita menyerahkan segala daya dan upaya kita kepada Tuhan. Jadi yang kita pasrahkan adalah perjuangan kita. Cucu : Kasihan ya Nek... ibu-ibu yang sedang melahirkan itu, tentunya mereka menahan sakit yang luar biasa. Nenek : Makanya kamu harus menghormati kaum wanita... Namun sebenarnya penderitaan karena melahirkan itu akan segera terhapus ketika buah hati yang dinantikannya sudah lahir. Itulah arti sebuah penderitaan bahwa begitu banyak pengalaman penderitaan itu akhirnya membaca sukacita. Sukacita karena telah muncul generasi kehidupan yang siap memberi arti bagi keluarga. Cucu : Wah... Kelihatannya enak ya Nek... berkeluarga dan akhirnya punya anak itu... Aku jadi tidak takut lagi berkeluarga malah kalau aku sudah bekerja ingin segera berkeluarga, bagaimana Nek? Nenek : Rencanamu itu baik yang penting sekarang selesaikan kuliahmu dengan baik supaya mendapat pekerjaan yang baik pula. Tentang peristiwa kelahiran ini Nenek mau bilang bahwa betapa dunia ini memesona ketika bayi-bayi mungil telah lahir sebagai pribadi yang membahagiakan orang tuanya. Dan dunia kelihatan lebih memesona karena keharusan seorang bayi memancarkan kepolosan, kejuruan, ketulusan kepada dunia yang sudah banyak tercemar karena ulah kita manusia-manusia dewasa. Betapa memesona suasana hidup ini jika kehadiran seorang bayi disambut dengan kegembiraan yang besar.
|
Tahukan Anda...
|
Sosiolinguistik adalah kajian interdisipliner yang mempelajari pengaruh budaya terhadap cara suatu bahasa digunakan. Dalam hal ini bahasa berhubungan erat dengan masyarakat suatu wilayah sebagai subyek atau pelaku berbahasa sebagai alat komunikasi dan interaksi antara kelompok yang satu dengan yang lain. |

