Infoskripsi arrow Reference arrow Sir Francis Galton
Sir Francis Galton

Galton merupakan pioner dan orang pertama yang mengembangkan teori regresi. Ia masih bersaudara sepupu dengan Charles Darwin. Bersama-sama dengan sahabatnya Karl Pearson, ia memperkenalkan kurva Bell dan koefisien korelasi product moment. Seluruh hidupnya hampir dihabiskan untuk bergelut dengan pengetahuan ilmiah.


Berbagai bidang ilmu pegetahuan yang digelutinya, mulai dari astronomi, psikologi, antropologi, dan statistika. Galton dilahirkan di Sparkbrook dekat Birmingham, Inggris pada tanggal 16 Februari 1822 dan meninggal tanggal 17 Januari 1911 di Grayshott House, Haslemere, Surrey Inggris. Lebih dari 300 tulisannya telah diterbitkan, termasuk 17 buku yang ditulisnya antara tahun 1967 - 1909. Beberapa bukunya yang terkenal dan sukses di pasaran antara lain, Hereditary Genius: an Enquiry Into its Laws and Consequences (1869), kemudian diikuti oleh English Men of Science: Their Nature and Nurture (1874), Natural Inheritance (1889), Index to achievements of near kinsfolk of some of the Fellows of the Royal Society (1904), dan Noteworthy Families (1906). Dua tahun sebelum meninggalnya, Galton menulis biografinya sendiri yang diberi judul Memories of My Life (1909).

Kontribusi Galton dalam metode dan teori statistik terkait dengan genetika dan psikologi. Ia membalikkan aplikasi yang umum tentang Hukum Kesalahan Gauss (Gaussian Law of Errors) untuk mengurangi variabilitas dan, sebaliknya lebih menekankan pentingnya variabilitas itu sendiri (Thomas, 2005:687). Dalam tahun 1877, Galton sebenarnya telah menulis mengenai pengukuran ‘reversi’, tetapi kemudian mengubahnya menjadi ‘regresi’ untuk menyatakan hubungan antara orang tua dan anaknya dilihat dari phisiknya (tinggi badannya). Selanjutnya dalam artikel Galton yang berjudul “Kinship and Correlation” yang diterbitkan dalam jurnal North American Review pada tahun 1890, gagasan mengenai regresi ini dikaji ulang kembali. Galton (1890:3), menguraikan gagasannya dengan mengamati hubungan antara tinggi badan orang tua dan anaknya. Menurutnya terdapat kecenderungan bahwa orang tua yang jangkung, mempunyai anak yang lebih tinggi dari rata-rata, tetapi sedikit lebih rendah dibanding orang tua mereka. Ia menyebutnya sebagai Regression Toward Mediocrity. Dalam metode statistik disebutnya sebagai regresi, yang berasal dari kata to regress (merosot), (RumahStatistik).