|
(Tips Hasil Penelitian) Ingin mendekati Pria/Wanita? Lihat Wajah Bapak/Ibunya Dulu |
|
Baru-baru ini
para peneliti Hongaria menerbitkan hasil penelitiannya yang mereka lakukan.
Para ilmuwan tersebut berasal dari University of Pécs, Hongaria. sexual
imprinting, atau gejala memilih suami atau pasangan hidup yang wajahnya mirip
dengan sang ayah. Namun begitu, temuan yang dipublikasikan jurnal Proceedings B ini masih
perlu diperkuat lagi dengan penelitian lanjutan.
Sexual
Imprinting
“Sexual imprinting has been defined as the means by which
a young bird learns species-specific characteristics that enables it to find a
conspecific mate when adult (Bateson, 1966; Clayton,
1993). These characteristics are usually learned from the parents. Mating
preferences acquired as a result of sexual imprinting are often difficult to
modify by subsequent experience (Lorenz, 1937; Bateson,
1966)”
Sexual Imprinting,
menurut suatu penelitian merupakan kecenderungan memilih suami atau pasangan
hidup yang wajahnya mirip dengan sang ayah. Kecenderungan ini tak hanya
berlaku pada kaum Hawa. Para pria pun dapat memiliki kecenderungan memilih
istri berwajah mirip ibunya. Riset sebelumnya mengungkapkan bahwa wanita kerap menggunakan sosok ayah
sebagai pola atau model dalam memilih pasangan, bahkan bila wanita ini anak
adopsi. Fenomena ini menunjukkan bahwa imprinting dapat terjadi bukan hanya
karena faktor gen.
Dugaan ini juga didukung riset lain yang menunjukkan bahwa hubungan imprinting
tidak terlihat pada wanita yang hubungannya buruk dengan ayah mereka.
Dipimpin Tamas Bereczkei, riset ini dilakukan dengan mengukur proporsi wajah
dari 52 keluarga yang menjadi obyek penelitian. Peneliti menemukan kaitan yang
erat antara calon suami dengan mertua laki-laki, terutama pada proporsi wajah
di daerah pusat yakni hidung dan mata. Para wanita juga menunjukkan kemiripan
dengan mertua wanita terutama pada bagian bawah wajah yakni bentuk dagu dan
bibir.
"Hasil penelitian kami memberi dukungan terhadap hipotesa sexual
imprinting yang menegaskan bahwa anak akan membuat pola mental dari orang tua
lawan jenisnya dan mencari pasangan yang memiliki kemiripan dengan skema
persepsi mereka," tandas Bereczkei.
|