| Structural Equation Modelling (SEM) |
|
Structural
Equation Modelling ( Structural Equation Modelling ( Teknik analisis
data menggunakan Structural Equation
Modelling ( Dikemukakan oleh
Ferdinand (2002), bahwa Model Persamaan Struktural merupakan jawaban yang layak
untuk kombinasi antara analisis faktor dan analisis regresi berganda karena
pada saat peneliti mengidentifikasi dimensi-dimensi sebuah konsep atau
konstruk, pada saat yang sama peneliti juga ingin mengukur pengaruh atau
derajat antar faktor yang telah diidentifikasikan dimensi-dimensinya itu.
Dengan demikian Hal ini sesuai yang
dikemukakan oleh Ferdinand (2000) bahwa Pada teknik
analisis 1) diagram hipotetik (Conseptual Diagram), 2) Hasil Estimasi berdasarkan data mentah (Estimates), 3) Koefisien Path (Standardize Solution), 4) T-ratio (T-values), 5) Modification Indices dan 6) Expected
Changes. Sedang kalau program AMOS dapat menampilkan 1) Diagram Path
Lengkap (Overall Model atau Basic Model) dengan 2) Koefisien berupa hasil estimasi
berdasarkan data mentah (Unstandardize
Estimate) dan 3) Koefisien Path (Standardize
Estimate). Untuk membuat pemodelan yang lengkap ada beberapa langkah yang perlu dilakukan, yaitu: 1) pengembangan model berbasis konsep dan teori, 2) pengembangan diagram alur (path diagram), 3) konversi diagram alur ke dalam persamaan struktural, 4) memilih matriks input dan estimasi model, 5) menilai masalah identifikasi, 6) evaluasi model, serta 7) interpretasi dan modifikasi model (Ferdinand, 2002; Solimun, 2004). |
Tahukan Anda...
|
Pengetahuan matematika mencakup pengetahuan secara konseptual dan prosedural. Pengetahuan konseptual mengacu pada pemahaman, sedangkan pengetahuan prosedural mengacu pada keterampilan melakukan sesuatu prosedur pengajaran.Dua hal penting yang merupakan bagian dari tujuan pembelajaran matematika adalah pembentukan sifat dengan berpikir kritis dan kreatif (Karso, 2005) |
